Ayah.

Kata ayah..

“there is no right wrong and there is no right wrong”

wrong yes wrong there is no support factor to change it to be true ..

Iklan

Our Bureaucracy

The current bureaucracy ..
Confusion..
The road is there, but afraid to move ..
His voice was silenced by the rules of the democratic naked ..
What kind of democracy …?
It’s true that “custom rules can narrow down the common rules” ..
But until when the general rule is narrowed ..
Narrowed ..
narrowed ..
until squeezed by the shirt rules that we wear ourselves ..
Many are asking questions ..
Is the bureaucracy afraid or confused ..?
Or is the bureaucracy just a public servant who is transformed into a real servant.
And more questionable
they are loyal to whom ..?

Save Togetherness

Togetherness is the beginning to harmony, this term is faded over time because nowadays many things make us rarely to gather together to express our opinions and feelings, we prefer to be alone with our own desires instead of sitting and hanging out with friends or relatives brothers and sisters who are around us, as if the word together as a symbol in our lives because as we gather we are more focused on the comfort we have regardless of the people who are beside us, ironically the same thing done by people who are before us when we gathered, even few people or even nobody cares about the association we are doing with them, as if we were only in an empty room with no one to accompany us in the room, we are more concerned with people who are far from sight our eyes compared with the person who be rada in front of us or are leaning on us and when everything has passed there is not one memory we can tell because we unwittingly have missed many things and many moments that we should get at that time, all wasted without any imprint in self.

Togetherness is not about us hanging out with other people in one place, but about how we live the atmosphere in the series of flavors we have with the flavors that others have, togetherness is also a manifestation of our presence toward others by giving them memories that will make them possible telling about us and the atmosphere that happened at the time we have passed with them, far from it togetherness can also give us input about as good or seburtuk what we in their view of course this can walk with existence of openness which we and they have, we also can expressing our feelings and views of something that comes to mind about us or even about plans that we have never thought of before. It is a harmonizing form of the togetherness we live with those around us, togetherness can shape us toward something better and can even transform us to something more meaningful.

The opposite is the case when we are only in solitude with the busyness of building relationships in an unreal world, we are busy guessing about other people’s emotions and we are tending to the bottom of our own created atmosphere without thinking whether the same thing will be done by our relationship opponent on the distance that is so far from our own view, it shows that we are spinning on our own minds with our relationship opponents as the central object of our mind that will take us far too far to think on something that has the possibility of the opposite or in other words we are brought to fantasize by ourselves.

“Open yourself to something more like a small to be real”, because the life we live today will not happen again tomorrow or in the days to come, so stop doing something that requires we are to be in solitude to shape our world of fantasy, but try to lift our faces and see sekeling, there are many people who expect our presence in togetherness that manifests itself in our harmonization and them.

AKU, DIA dan Lagu SAKURA

( Sakura(桜)By : Ikimono Gakari (いきものがかり) )

Lagu ini duluh pernah dinyanyikan oleh seseorang yang begitu dekat denganku, teramat sering dianyanyikan di setiap kali kami bertemu. Aku yang duluh tak pernah tau artinya dan tak pernah mau tau, hanya mau mendengarkan dia bernyanyi dengan suaranya yang begitu merdu. Aku tak tau apa yang dia pikirkan dengan selalu menyanyikan lagu ini. Sampai pada saat kami berpisah karena harus melanjudkan sekolah keluar daerah, kami selalu berkomunikasi via telfon yang dimana dipengujung pembicaraan dia selalu menyanyikan lagu ini sebagai pengantar tidurku. Kali itu dia menyanyi untuk terakir kalinya, karena dia saat aku membuka mata di keesokan harinya kabarnya tak perah terdengar lagi. Dia menghilang begitu saja….

Dan ketika semuanya berlalu aku menemumkan sosok yang hapir sama dengannya, sosok yang tak sama tapi persis seperti dia. Aku coba mendekatinya dan disela waktu kami bersama, aku menyuruhnya untuk menyanyikan lagu ini.

Dan hasilnya..

(Sakura_tata)☺

  • ( Romaji )

Sakura hirahira maiorite ochite

Yureru omoi no take wo dakishimeta

Kimi no haru ni negaishi ano yume wa

Ima mo miete iru yo

Sakura maichiru

Densha kara mieta no wa

Itsuka no omokage

Futari de kayotta haru no oohashi

Sotsugyou no toki ga kite

Kimi wa machi wo deta

Irozuku kawabe ni ano hi wo sagasu no

Sorezore no michi wo erabi

Futari wa haru wo oeta

Sakihokoru mirai wa

Atashi wo aserasete

Odakyuusen no mado ni

Kotoshi mo sakura ga utsuru

Kimi no koe ga kono mune ni

Kikoete kuru yo

Sakura hirahira maiorite ochite

Yureru omoi no take wo dakishimeta

Kimi no haru ni negaishi ano yume wa

Ima mo miete iru yo

Sakura maichiru

Kaki kaketa tegami ni wa

“Genki de iru yo” to

Chiisana uso wa misukasareru, nee?

Meguri yuku kono machi mo

Haru wo ukeirete

Kotoshi mo ano hana ga tsubomi wo hiraku

Kimi ga inai hibi wo koete

Atashi mo otona ni natte iku

Kouyatte subete wasurete iku no ka na?

“Hontou ni suki dattan da”

Sakura ni te wo nobasu kono omoi ga

Ima haru ni tsutsuma rete iku yo

Sakura hirahira maiorite ochite

Yureru omoi no take wo dakiyoseta

Kimi ga kureshi tsuyoki ano kotoba wa

Ima mo mune ni nokoru

Sakura maiyuku

Sakura hirahira maiorite ochite

Yureru omoi no take wo dakishimeta

Tooki haru ni yume mi shi ano hibi wa

Sora ni kiete iku yo

Sakura hirahira maiorite ochite

Haru no sono mukou e to aruki dasu

Kimi to haru ni chikai shi kono yume wo

Tsuyoku mune ni daite

Sakura maichiru

  • ( ENGLIS)

Cherry blossom is fallin’ and dancing in the air

Hugging my vibrating feelin’

Dreams that we dreamed in that spring

Until now I’m still can see it

Cherry blossom is dancing

From the train I can see

Something from my past

The big bridge that we passed together

At the time of graduation arrived

You left this town

In the riverside that full of colour, I was searching at the day

The spring is over

And we take the separate way

My future is fully developed

But filled me with fear

At the window of Odakyuu’s train

Cherry blossom is reflected once again

Your voice in my heart

Is audible by me

Cherry blossom is fallin’ and dancing in the air

Hugging my vibrating feelin’

Dreams that we dreamed in that spring

Until now I’m still can see it

Cherry blossom is dancing

I’m writing my letter for you

That says, “I’m fine”

But you know it’s a lie, right?

Time has passed, and also this town,

Enter the spring

This year the petals will open again

Every time I through day by day without you

I’m going to grow up and become mature

Will I forget everything?

“Actually I like you”

My hands hold the cherry blossom

Now my love is wrapped by the spring

Cherry blossom is fallin’ and dancing

Hugging my vibrating feelin’

Until now, the encouragement words that you have given to me

Stored in my heart

Cherry blossom is dancing

Cherry blossom is fallin’ and dancing

Hugging my vibrating feelin’

The spring days away that I dreamd

Disappeared into the sky

Cherry blossom is fallin’ and dancing

I’m walkin’ forward whatever that waitin’ me after the spring

My promise to you in the spring at the time

I’ll hold it in my chest

Cherry blossom is dancing

Kehebatan dalam Diri

Dalam hidup kita banyak mengenal orang lain yang menurut kita, mereka mampu untuk mengisi kekosongan kita. Kita juga sering mengharapkan mereka dalam setiap keadaan yang sebenarnya kita mampu untuk menghadapi keadaan itu, hanya kerena tidak mau untuk melalukannya sendiri makanya kita menilai diri kita tidak mampu untuk melakukan hal yang sebenarnya bisa kita lakukan.
Akan tetapi apakah kita perna sadar bahwa apa yang kita lakukan itu, membuat hati kita tersiksa karena tidak mampu untuk meluapkan kemampuannya dalam menghadapi setiap tuntutan keadaan yang ada. Cobalah sesekali luangkan waktu 5-10 menit untuk berpikir tentang diri kita sendiri, bukan semata untuk menyalahkannya tapi, cobalah untuk meluapkan pikiran kita dalam setiap langkah dan kata yang telah kita lewati beberapa hari yang kita jalani, bandingkanlah apa yang kita lakukan karena kita mampu dan apa yang kita lakukan karena kita ingin dibantu. Jika kebanyakan apa yang kita lakukan karena kita mau dibantu, itu merupakan jawaban atas ketidak percayaan kita terhadap diri kita sendiri, yang membuat kita cenderung mengekang kebebasan diri kita oleh diri kita sendiri. Jadi ketika pertanyaan muncul dari diri kita atau dari orang yang membantu kita, apakah kita bisa ?? kita akan terus menggelengkan kepala dengan pertanyaan, apakah saya bisa ??
Tanamkanlah dalam diri kita rasa percaya diri yang tinggi, rasa keterbukaan, dan rasa kebebasan serta rubah cara berpikir kita tentang suatu konsep atau perkataan yang mengatakan “ketika kau sendiri kau akan kesulitan” ingat kata ini tidak berlaku secara universal melainkan hanya sebagai acuan untuk melakoni kehidupan bermasyarakat. Ada banyak hal yang kau bisa lakukan sendiri dan ada banyak hal yang kau bisa lihat menurut versimu sendiri, dan kau tidak perlu takut untuk melangkah dalam kesendirian, melangkah dalam kesendirian tidak akan membuat kau kesulitan jika kau tau betul kemana kau harus melangkah. Ingat melakoni sesuatu dengan versi kita sendiri itu lebih baik karena, kita tau dengan awalan apa kita harus melangkah, kapan kita harus melompat, kapan kita harus beristirahat dalam evaluasi diri kita dan kapan kita harus berhenti.
Dan saya teringat sebuah cerita yang sering diceritakan dalam masa kecil saya, A,B,C merupakan kaka dari D, suatu ketika mereka berjalan dihutan tempat dimana D sering mencari kayu bakar. D tau betul jalan dan segala Sesutu yang menandai hutan itu akan tetapi D juga percaya pada kakanya yang menuntun dan menunjukan jalan, tidak perna terlintas dipikirannya untuk bertanya apakah kaka-kakanya tau arah yang benar, sampai dimana kakanya tergelincir dan jatuh kejurang dan sebelum jatuh, kakanya memegang kaki dari D dan D pun ikud terjatuh.
Kita tidak pernah tau ketika kita dituntun, kita hanya tau tujuan kita tanpa mengetahui arah dan apa yang akan kita hadapi, sekalipun kita tau betul kita mengenal arah ketujuan kita, tapi apakah orang yang kita percayai untuk menuntun kita ketujuan yang ingin kita capai, tau mana arah yang tepat untuk mencapai tujuan yang kita inginkan. Dia hanya menjalani arah yang menurutnya baik, tanpa tau apa yang akan terjadi dan ketika dia terjatuh dengan sendirinya kita pun ikut terjatuh.
“”So keep up with what you believe in and believe in every step you want to achieve, remember the best version according to people is not necessarily the best version you think, the fastest way according to people not necessarily your mood wants to quickly get to destination. Something rhythm in your footsteps till you know when is the right time to berintonasi in every tone of your journey to reach the goal. “

Waktu, Pikiran dan Hati: (tertawa dalam kebodohan)

Seketsa terlarang yang kubongkar dari pikiranku tentang sosok yang perna hadir dan memberikan kenyamanan bagiku pada hari lalu..

Hatiku mengkudeta pikiranku untuk tetap mengingatnya..

Entah apa mau hatiku..

Apa yang sedang direncanakannya bersama waktu, sehingga membutku berpikir untuk melihat kembali jejak dan serpihan yang telah lama aku tinggalkan. Aku sendiri hanya bisa berdiam diri dalam sepi yang menyelimutiku, seakan-akan semuanya harus terjadi dalam diamku.

Ya… aku terdiam kali ini..

Tapi pikiranku berjalan melintasi jejak laluku bersama dia dan hati.

Setiap kata..

Setiap langkah..

Setiap tawa..

Setiap air mata..

Dibongkar satu demi satu oleh mereka tentang dia, ingin bergerak dari diamku tapi aku juga terlena dalam tanya menanti jawaban dari maksud mereka tentang dia.

Terus diam..

Diam lagi dan lagi..

Sampai semuanya terlintas, dan apa yang aku tungggu sebagai jawaban adalah candaan mereka tentang aku yang duluh pernah mempercayai kebohongan…

Mencintai kepalsuan..

Mengharapkan kehampaan..

Dan melangkah untuk mengakhiri..

Tapi satu hal yang dilupakan mereka dalam canda itu..

Takala aku mempercayai harapan akan cinta yang penuh kepalsuan karena kebohongan dan akhirnya akan hampa, mereka juga…